Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

Nama                        : La Ode Muhamat Irlan Kameri

Nim/kelompok         : 09 3145 453 026/II

Tanggal mulai           : 26 April 2010

Tanggal selesai         : 28 April 2010

Nama Penetapan      : pemeriksaan Laju Endapan Darah (metode Wintrobe)

Tujuan Penetapan     :Untuk menetapkan nilai koagulan dan untuk mengetahui kecepatan laju                                                                                                                                                endap darah

Dasar Prinsip            : Kecepatan endap darah atau laju endap darah adalah mengukur kecepatan                              sedimentasi sel eritrosit di dalam plasma. Satuannya mm/jam. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.

Landasan teori         : Laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate, ESR) yang juga disebut kecepatan endap darah (KED) atau laju sedimentasi eritrosit adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). Sebagian ahli hematologi, LED tidak andal karena tidak spesifik, dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis yang menyebabkan temuan tidak akurat.

Alat dan Bahan           :

Alat

v  Rak LED

v  Tabung Westergreen

v  Spoit

v  Mikropipet (klini pate)

Bahan

v  NaCl 0.85 % 4 : 1

v  Natrium sitrat 3,2 %

v  EDTA

v  Darah 2 ml

Cara Kerja          :

  1. Menyiapkan alat dan bahan
  2. Mengambil darah vena dengan spoit
  3. Mengisi darah  sebanyak 1,6 ml kedalam tabung yang telah ditetesi dengan EDTA sebanyak 10 µl
  4. Mendiamkan darah selama beberapa menit sampai membentuk warna coklat
  5. Meneteskan natrium sitrat sebanyak 0,4 ml kedalam tabung yang telah berisi darah
  6. Menghisap darah dengan tabung Westergreen ssampai pada garis tanda 0 mm
  7. Meletakan tabung pada rak LED dalam posisi tegak lurus dan didiamkan selama 60 menit
  8. Membaca tinggi lapisan plasma dengan millimeter dan menyimpulakan angka tersebut sebagai angka laju endapan darah.

Nilai Rujukan :

  1. Metode Westergreen :
  • Pria : 0 – 15 mm/jam
  • Wanita : 0 – 20 mm/jam

Kesimpulan     :

“hasil pemeriksaan laju endap darah memakai cara westergreen dan cara wintrobe tidak seberapa selisinya jika laju endap darah itu dalam batas normal akan tetapi nilai itu berselisi jauh pada keadaan mencepatnya laju  endap darah. Dengan cara westergeen didapat nilai yang lebih tinggi hal itu karena pipet westergreen yang hamper dua kali panjang pipet wintrob.pada upaya  menghisap darah dengan mulut kedalam pipet westergreen ada bahaya terjadi infeksi.oleh karena itu dianjurkan memakai pipet yang dapat di isi tanpa mengisap pipet berisi darah dengan mulut.”

MENGHITUNG LEUKOSIT

Nama                        : La Ode Muhamat Irlan Kameri

Nim/kelompok         : 09 3145 453 026/II

Tanggal mulai           : 01April 2010

Tanggal selesai         : 03 April 2010

Nama Penetapan      : menghitung leukosit dengan menggunakan kamar hitung

Tujuan Penetapan     :Untuk mengetahui jumlah leukosit dalam darah

Landasan teori         :Darah diencerkan dalam pipet leukosit,kemudian dimasukan kedalam kamar hitung.jumlah leukosit dihitung dalam volume tertentu dengan mengenakan factor konversi jumlah leukosit permikro liter darah dapat diperhitungkan.larutan pengencer ialah larutan turk yang mempunyai susunan ssb.:lar.gentianviolet 1 % dalam air 1 ml,asam asetat glesial1 ml;aquadest 100ml saringlah sebelum dipakai.

Alat dan bahan         :

Alat

v  Spoit

v  Pipet tetes

v  Kamar hitung

v  Pipet leukosit

v  Tabung

v  Mikroskop

Bahan

v  Darah vena

v  Larutan turk

Cara kerja                 :

  1. Mengisi pipet leukosit
    1. Menghisap darah ssebanyak 0,5 ml
    2. Menghapus kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet
    3. Memasukan ujung pipet kedalam larutan turk diisap perlahan lahan sampai pada garis tanda 11.
    4. Mengangkat pipet dari cairan,tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu  melepaskan karet penghisap.
    5. Mengocok pipet selama 15-30 detik
  2. Mengisi kamar hitung
    1. Meletaka kamar hitung yang bersih dengan kaca penutupnya
    2. Mengocok pipet yang beridsi darah terus menerus
    3. Membuang ssemua cairan yang ada di dalam batang kapiler p[ipet ( 3-4 tetes) dan menyentuhkan ujung pipet padampermukaan kamar hitung dengan  menyingung pinggir kaca penutup.
    4. Membiarkan kamar hitung selama dua atau tiga menit supaya leukosit dapat mengendap
  3. Menghitung jumlah sel
    1. Memakai lensa objektif dengan pembesaran 10 x menurukan kondesor dan mengecilkan diafragma
    2. Focus mikroskop diarahkan kepada garis-garis bagi itu
    3. Menghitung semua leukosit yang terdapat dalam keempat bidang besar pada sudut-sudut seluruh permukaan yang dibagi
      1. Menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan kemudian kebawah dan dari kanan kekiri,lau turun lagi kebawah dan dimulai dari kiri kakanan.cara ini untuk bidang besar
      2. Sel-sel yang mnyingging garis batas sebelah kiri atau garis atas haruslah dihitung sebalikna sel yang menyinggung garis batas sebelah kanan atau bawah tidak boleh dihitung.



About these ads