analis kesehatan

analisis kesehatan

analis kesehatan


dalam rangka penerimaan mahasiswa baru ,maka stikes mega rezky membuka pendaftaran penerimaan mahasiswa baru

makalah kimia air ( pengolongan dan klasifikasi air)

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Air merupakan substansi kimia dengan rumus kimia H2O: satu molekul air tersusun atas dua atom hidrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom oksigen.Airbersifat tidak berwarna, tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi standar,yaitu pada tekanan 100 kPa (1 bar) and temperatur 273,15 K (0 °C). Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, yang memiliki kemampuan untuk melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam-garam, gula, asam, beberapa jenis gas dan banyak macam molekul organik.
Air dialam meliputi :
1. air tanah yang berasal dari mata air atau dari sunur dangkal/artesis
2. air permukaan yang disebut juga air badan air,misalnya air sunga,air danau, air waduk,dll
3. Air laut
4. Air permandian umum.
Air organik adalah istilah untuk air yang sama sekali tidak mengandung unsur kimia lain selain H2O (air) itu sendiri.
Kandungan dalam air yang bersih dialam sangat banyak oleh standar kualitas tertentu dan dapat digolongangkan beberapa golongan.yakkni golongan A,golongan B,golongan C,golongan D,serta golongan E.
Dalam Undang-undang nomor 23 tahun 1992 tentang kesehatan pada pasal 22 ayat 23 mengatakan bahwa Penyehatan Air meliputi pengamanan dan penetapan kualitas air untuk berbagai kebutuhan hidup manusia.
Upaya penyehatan air bertujuan untuk menjamin tersedianya air minum ataupun air bersih yang memenuhi persyaratan kesehatan bagi seluruh masyarakat baik perkotaan maupun pedesaan. Untuk menjamin tersedianya kualitas air yang memenuhi persyaratan tersebut, berbagai upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah maupun masyarakat, seperti pembangunan dan perbaikan sarana air bersih/air minum, Upaya pengawasan kualitas air dan penyuluhan–penyuluhan mengenai hubungan kesehatan dengan tersedianya air yang memenuhi persyaratan
kesehatan.
Salah satu aspek yang sangat esensial untuk terjaminnya kualitas air yang memenuhi persyaratan tersebut adalah tersedianya suatu perangkat yang dapat nengatur dan mengawasi pihak yang memproduksi air dan pihak konsumen, yang meliputi hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing demi terjaminnya kuantitas dan kualitas air.
B. Tujuan Makalah
Adapun tujuan makalah ini adalah untuk mengetahui penggolongan air yang ada dialam serta mengetahui standar kualitas air yang baik yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Penggolongan Air
Berdasarkan pasal 7, penggolongan air menurut peruntukannya dapat dibedakan menjadi :
1. Air golongan A :air pada sumber air yang dapat digunakan sebagai air minum secara langsung tanpa pengolahan terlebih dahulu.
2. Air golongan B : air yang dapat digunakan sebagai air baku untuk diolah menjadi air minum dan keperluan rumah tanga lainnya.
3. Air golongan C : air yang dapat dipergunakan untuk keperluan perikanan-perikanan dan petrnakan.
4. Air golongan D : air yang dapat dipergunakan untuk keperluan pertanian dan dapat dimanfaatkan untuk usaha diperkotaan,industry dan lstrik tenaga air.
Pengolongan air yang diatas masih termasuk dalam bagian air badan air atau air permukaaan,dimana pada air badan air ini memiliki batas syarat yang disesuiakn dengan peruntukannya.
Selain bahan-bahan beracun,adanhya pencemaran zat organic diketahui antara lain dengan memeriksa kadar ooksigen terlarut (dissolved oxygen=DO),kebutuhan biologic akan oksigen (bologycal oxygen demand = BOD),kebutuhan kimiawi akan oksigen (chemical oxygen demand=COD).
Air badan air mempunyai daya pemurnian alami (self ppurification).Bila kemasukan bahan pencemar akan diuraikan secara biologic oleh mikroorganisme yang ada di dalam air dengan kebutuhan oksigen terlarut menjadi hasil uraian yang stabil.Dari zat organic diuraikan menjadi senyawa nitrat sulfat,karbonat,fosfat dan sebagainya oleh bakteri aerob.Akan tetapi bila bahan pencemar organiknya terlalu tinggi,oksigen terlarut yang ada akan makin berkurang sampai menjadi nol.Akibatnya yang bekerja adalah bakteri anaerob,dengan hasil akhir nitrit,amonia,asam sulfide dan sebagainya yang manimbulkan bau,dalam hal ini terjadi pembusukan.
BOD adalah banyaknya oksigen yang diperlukan untuk menguraikan zat organic dalam air secara biologic,sampai menjadi senyawa yang stabil.Makin tinggi kadar zat organic dalam air,makin tinggi angka BOD nya.begitu pula kadar DO dapat dipakai sebagai petunjuk adanya pencemaran organic.Sedangkan angka COD menunjukan banyaknya oksidator kuat yang diperluakan untuk mengoksidir zat organic dalam air,dihitung sebagai oksigen.
Dalam melakukan pengolangan air kita harus mangetahui bagaimana melakukan analisa kimia air seyogyanya dikerjakan dengan tepat dan teliti ,agar diperoeh hasil yang benar.tepat (accurate) artinya didapat hasil yang dianggap mendekati hasil atau keadaan yang sebenarnya .Teliti(precise)artinya sedikit sekali selisih antara hasil beberapa penetapan dengan cara dan jumlah yang sama.
Untuk mendapat hasil analisa yang tepat dan teliti, beberapa kesalahan yang dapat mempengaruhi hasil analisa harus dicegah.
Kesalaha-kesalahan itu antara lain :
1. Kesalahan cara bekerja dan perorangan
Hal ini disebabkan pemeriksa tidak mengikuti teknik analisa yang benar.misalnya kehlangan bahan yang diperiksa secara mekanik pada langkah suatu analisa,endapan yang kurang atau terlalu banyak dicuci, pemijaran endapan pada suhu yang salah, krus yang belum dingin sudah ditimbang, membiarkan zat tang hidroskopik menyerap air selama pemincangan dan lain-lain.
Kesalahan perorangan timbul bila pemeriksa tidak bekerjadengan teliti dan hati-hati.
2. Kesalahan alat dan reagensia
Timbul karena kesalahan konstruksi timbangan, pemakaian alat penimbang atau pengukur volume yang tidak ditera,penggunaan reagensia yang mengandung kotoran.
3. Kesalah metoda
Dapat berasal dari penimbangan sampel yang tidak banar, atau reaksi kimia yang tidak sempurna.pada grafimetri karena kelarutan endapan, ko-presipitasi, post-presipitasi, dekomposisi, atau penguapan zat yang akan ditimbang pada volumetric karena reaksi dari bahan pengganggu,perbedaan antara titik akhir pemeriksaan dengan titik akhir suatu reaksi stoichiometri.

B. Standar Kualitas Air
Bagaimana cara mengetahui kondisi kualitas air?
Kualitas air dapat diketahui dengan melakukan pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang biasa dilakukan adalah uji kimia, fisik, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna). Sayangnya, cara-cara pengujian tersebut memerlukan biaya yang cukup mahal, disamping prosedur pengujian yang tidak mudah. Ada cara praktis yang bisa dilakukan oleh setiap orang untuk menilai kualitas air, yaitu dengan melihat hewan air (makroinvertebrata) yang spesifik hidup pada air berkualitas baik.
Pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air diselenggarakan secara terpadu dengan pendekatan ekosistem. Keterpaduan yang dimaksud adalah dilakukan pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan evaluasi.
Pengelolaan kualitas air dilakukan untuk menjamin kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya agar tetap dalam kondisi alamiahnya. Pengendalian pencemaran air dilakukan untuk menjamin kualitas air agar sesuai dengan baku mutu air melalui upaya pencegahan dan penanggulangan pencemaran air serta pemulihan kualitas air.
Upaya pengelolaan kualitas air dilakukan pada :
1. Sumber air yang terdapat di dalam hutan lindung;
2. Mata air yang terdapat di luar hutan lindung; dan
3. Akuifer air tanah dalam.
Pengelolaan kualitas air adalah upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai peruntukannya untuk menjamin agar kualitas air tetap dalam kondisi alamiahnya.
Penentuan standar kualitas air minum maupun air limbah berdasarkan pertimbangan bahwa :
Bahan-bahan beracun yang apabila kadarnya dalam air minum melebihi batas akan membahayakan kesehatan, misalnya timbal, selenium, arsen, kromium, sianida, cadmium, air raksa.
Bahan-bahan kimia kimia spesifik yang dapat mempengaruhi kesehatan apaila kadarnya dalam air melebihi batas akan merugikan kesehatan misalnya,flourida, dan nitrat.
Flourida yang kadarnya melebihi batas akan berpengaruh kurang baik terhadap gigi.
Nitrat yang kadarya melebihi batas menimbulkan keracunan darah pada bayi yang disebut “blue babies”
Bahan kimia atau sifat fisik yang mempengaruhi air minum yaitu mangan, tembaga,seng,kalsium fenol.
Bahan kimia yang merupakan pejunjuk adanya pencemaran yaitu zat organic jumlah, kebutuhan biologic akan oksigen,kebutuhan kimiawi akan oksigen,nitrogen jummlah,nitrit,fosfat.
Pengawasan kualitas air bertujuan untuk mencegah penurunan kualitas dan penggunaan air yang dapat mengganggu dan membahayakan kesehatan, serta meningkatkan kualitas air. Kegiatan pengawasan kualitas air mencakup :
a. Pengamatana lapangan dan pengambilan contoh air termasuk pada proses produksi dan distribusi.
b. Pemeriksaan contoh air.
c. Analisis hasil pemeriksaan.
d. Perumusan saran dan cara pemecahan masalah yang timbul dalam hasil kegiatan a,b, dan c
e. Kegiatan tindak lanjut berupa pemantauan upaya penanggulangan/perbaikan termasuk kegiatan penyuluhan.
Berdasarkan standar peraturan Menteri Kesehatan RI No. 416/MENKES/PER/IX/1990 tentang Persyaratan Kualitas Air Bersih terdiri dari:
Persyaratan Fisik
Kualitas fisik yang dipertahankan atau dicapai bukan hanya semata-mata dengan pertimbangan dari segi kesehatan saja akan tetapi juga menyangkut keamanan dan dapat diterima oleh masyarakat pengguna air dan mungkin pula menyangkut segi estetika.
Persyaratan Kimiawi
Kandungan unsur kimia di dalam air harus mempunyai kadar dan tingkat konsentrasi tertentu yang tidak membahayakan kesehatan manusia atau mahluk hidup lainnya, pertumbuhan tanaman, atau tidak membahayakan kesehatan pada penggunaannya dalam industri serta tidak minumbulkan kerusakan-kerusakan pada instalasi sistem penyediaan air minumnya sendiri. Beberapa unsur tertentu, sebaliknya diperlukan dalam jumlah yang cukup untuk penciptaan suatu kondisi air minum yang dapat mencegah suatu penyakit atau kondisi kualitas yang menguntungkan.
Dalam hubungannya dengan masalah kualitas kimiawi tersebut di atas pada dasarnya unsur-unsur kimiawi dapat dibedakan atas 4 golongan:
Unsur-unsur yang bersifat racun.
Unsur-unsur tertentu yang dapat mengganggu kesehatan.
Unsur-unsur yang dapat menimbulkan gangguan pada sistem atau penggunaannya untuk keperluan atau aktivitas manusia.
Unsur-unsur yang merupakan indikator pengotoran.
Persyaratan Bakteriologi
Dalam persyaratan ini ditentukan batasan tentang jumlah bakteri pada umumnya dan khususnya bakteri penyebab penyakit (ekoli).
Kualitas air yang baik adalah :
a. Secara fisik
1) Rasa
Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berasa. Rasa dapat ditimbulkan karena adanya zat organik atau bakteri / unsur lain yang masuk ke badan air.
2) Bau
Kualitas air bersih yang baik adalah tidak berbau, karena bau ini dapat
ditimbulkan oleh pembusukan zat organik seperti bakteri serta
kemungkinan akibat tidak langsung dari pencemaran lingkungan,
terutama sistem sanitasi.
3)Suhu
Secara umum, kenaikan suhu perairan akan mengakibatkan kenaikan aktivitas biologi sehingga akan membentuk O2 lebih banyak lagi. Kenaikan suhu perairan secara alamiah biasanya disebabkan oleh aktivitas penebangan vegetasi di sekitar sumber air tersebut, sehingga menyebabkan banyaknya cahaya matahari yang masuk tersebut mempengaruhi akuifer yang ada secara langsung atau tidak langsung (Chay, 1995: 54 ).
4)Kekeruhan
Kekeruhan air dapat ditimbulkan oleh adanya bahan – bahan organik dan
anorganik, kekeruhan juga dapat mewakili warna. Sedang dari segi estetika kekeruhan air dihubungkan dengan kemungkinan hadirnya pencemaran melalui buangan dan warna air tergantung pada warna buangan yang
memasuki badan air.
5) TDS atau jumlah zat padat terlarut (total dissolved solids)
Bahan pada adalah bahan yang tertinggal sebagai residu pada penguapan dan pengeringan pada suhu 1030 – 105oC, dalam portable water kebanyakan bahan bakar terdapat dalam bentuk terlarut yang terdiri dari garam anorganik selain itu juga gas-gas yang terlarut. Kandungan total solids pada portable water biasanya berkisar antara 20 sampai dengan 1000 mg/l dan sebagai satu pedoman kekerasan dari air akan meningkatnya total solids, disamping itu pada semua bahan cair jumlah koloit yang tidak terlarut dan bahan yang tersuspensi akan meningkat sesuai derajat dari pencemaran (Sutrisno, 1991 : 33). Zat pada selalu terdapat dalam air dan kalau terlalu banyak tidak baik untuk air minum, banyaknya zat padat yang disyaratkan untuk air minum adalah kurang dari 500 mg/l. pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan kualitas air minum dalam hal total solids ini yaitu bahwa air akan meberikan rasa tidak enak pada lidah dan rasa mual.
b. Secara kimia
Kandungan zat atau mineral yang bermanfaat dan tidak mengandung zat beracun.
1) pH (derajat keasaman)
Penting dalam proses penjernihan air karena keasaman air pada umumnya Cdisebabkan gas Oksida yang larut dalam air terutama karbondioksida. Pengaruh yang menyangkut aspek kesehatan dari pada penyimpangan standar kualitas air minum dalam hal pH yang lebih kecil 6,5 dan lebih besar dari 9,2 akan tetapi dapat menyebabkan beberapa senyawa kimia berubah menjadi racun yang sangat mengganggUkesehatan.
2)Kesadahan
Kesadahan ada dua macam yaitu kesadahan sementara dan kesadahan
nonkarbonat (permanen). Kesadahan sementara akibat keberadaan Kalsium dan Magnesium bikarbonat yang dihilangkan dengan memanaskan air hingga mendidih atau menambahkan kapur dalam air. Kesadahan nonkarbonat (permanen) disebabkan oleh sulfat dan karbonat,
Chlorida dan Nitrat dari Magnesium dan Kalsium disamping Besi dan Alumunium. Konsentrasi kalsium dalam air minum yang lebih rendah dari 75 mg/l dapat menyebabkan penyakit tulang rapuh, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi dari 200 mg/l dapat menyebabkan korosifitas pada pipa-pipa air. Dalam jumlah yang lebih kecil magnesium dibutuhkan oleh tubuh untuk pertumbuhan tulang, akan tetapi dalam jumlah yang lebih besar 150 mg/l dapat menyebabkan rasa mual.
3)Besi
Air yang mengandung banyak besi akan berwarna kuning dan menyebabkan rasa logam besi dalam air, serta menimbulkan korosi pada bahan yang terbuat dari metal. Besi merupakan salah satu unsur yang merupakan hasil pelapukan batuan induk yang banyak ditemukan diperairan umum. Batas maksimal yang terkandung didalam air adalah 1,0 mg/l
4)Aluminium
Batas maksimal yang terkandung didalam air menurut Peraturan Menteri Kesehatan No 82 / 2001 yaitu 0,2 mg/l. Air yang mengandung banyak aluminium menyebabkan rasa yang tidak enak apabila dikonsumsi.
5) Zat organic
Larutan zat organik yang bersifat kompleks ini dapat berupa unsur hara makanan maupun sumber energi lainnya bagi flora dan fauna yang hidup di perairan (Chay, 1995:541)
6)Sulfat
Kandungan sulfat yang berlebihan dalam air dapat mengakibatkan kerak air yang keras pada alat merebus air (panci / ketel)selain mengakibatkan bau dan korosi pada pipa. Sering dihubungkan dengan penanganan dan pengolahan air bekas.
7) Nitrat dan nitrit
Pencemaran air dari nitrat dan nitrit bersumber dari tanah dan tanaman. Nitrat dapat terjadi baik dari NO2 atmosfer maupun dari pupuk-pupuk yang digunakan dan dari oksidasi NO2 oleh bakteri dari kelompok Nitrobacter. Jumlah Nitrat yang lebih besar dalam usus cenderung untuk berubah menjadi Nitrit yang dapat bereaksi langsung dengan hemoglobine dalam daerah membentuk methaemoglobine yang dapat menghalang perjalanan oksigen didalam tubuh.
8)Chlorida
Dalam konsentrasi yang layak, tidak berbahaya bagi manusia. Chlorida dalam jumlah kecil dibutuhkan untuk desinfektan namun apabila berlebihan dan berinteraksi dengan ion Na+ dapat menyebabkan rasa asin dan korosi pada pipa air.
9) Zink atau Zn
Batas maksimal Zink yang terkandung dalam air adalah 15 mg/l.
penyimpangan terhadap standar kualitas ini menimbulkan rasa pahit, sepet, dan rasa mual. Dalam jumlah kecil, Zink merupakan unsur yang penting untuk metabolisme, karena kekurangan Zink dapat menyebabkan hambatan pada pertumbuhan anak.
c. Secara Biologis
1) Colli
Air minum tidak boleh mengandung bakteri-bakteri penyakit (patogen) sama sekali tidak boleh mengandung bakteri coli melebihi batas–batas yang telah ditentukan yaitu 1 coli/100 ml air (Sutrisno, 1991 : 23).
2) COD (Chemical Oxygen Demand)
COD yaitu suatu uji yang menentukan jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh bahan oksidan misalnya kalium dikromat untuk mengoksidasi bahan-bahan organik yang terdapat dalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Kandungan COD dalam air bersih berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 12 mg/l. apabila nilai COD melebihi batas dianjurkan, maka kualitas air tersebut buruk.
3) BOD (Biochemical Oxygen Demand)
Adalah jumlah zat terlarut yang dibutuhkan oleh organisme hidup untuk
memecah bahan – bahan buangan didalam air (Nurdijanto, 2000 : 15). Nilai BOD tidak menunjukkan jumlah bahan organik yang sebenarnya tetepi hanya mengukur secara relatif jumlah oksigen yang dibutuhkan. Penggunaan oksigen yang rendah menunjukkan kemungkinan air jernih, mikroorganisme tidak tertarik menggunakan bahan organik makin rendah BOD maka kualitas air minum tersebut semakin baik. Kandungan BOD dalam air bersih menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 82 / 2001 mengenai baku mutu air dan air minum golongan B maksimum yang dianjurkan adalah 6 mg/l
Pengendalian Kualitas Air
Upaya untuk mempertahankan kualitas air, dilakukan penggantian air 10% – 20% per hari. dengan kriteria parameter kualitas air sebagai berikut:
a) Parameter fisika
1) Suhu : 28 ºC – 32 ºC.
2) pH : 7,5 – 8,5.
3) Salinitas : 10 ppt – 35 ppt .
4) Kedalaman air : 100 cm – 120 cm (semi intensif) dan >120 cm (intensif).
5) Kecerahan : 35 cm – 40 cm.
b) Parameter kimia
1) Oksigen terlarut : > 3,5 ppm.
2) Amonia : < 0,01 ppm.
3) Nitrit : < 1 ppm.
4) Nitrat : < 10 ppm.
5) BOD : < 3 ppm.
6) Clorine : < 0,8 ppm.
7) Bahan organik : < 50 ppm.
c) Parameter biologis
Kepadatan plankton : 104 sel/ml – 109 sel/ml.
Tata cara pengukuran
1. Parameter fisika
a) Suhu
Pengukuran suhu air dilakukan dengan menggunakan termometer, yang dinyatakan dalam satuan oC.
b) pH
Pengukuran pH air dilakukan dengan menggunakan pH meter atau kertas lakmus.
c) Salinitas
Pengukuran salinitas air dilakukan dengan menggunakan salinometer/refraktometer, yang dinyatakan dalam satuan ppt.
d) Kedalaman
Pengukuran kedalaman air dilakukan dengan menggunakan papan skala, yang
dinyatakan dalam satuan sentimeter (cm).
e) Kecerahan
Pengukuran kecerahan air dilakukan dengan menggunakan piringan berwarna hitam putih (secchi disk), yang dinyatakan dalam satuan sentimeter (cm).
2. Parameter kimia
Pengukuran kualitas air seperti oksigen terlarut, amonia, nitrit, nitrat dan bahan organiksesuai dengan APHA (American Public Health Association) dan AWWA (American WaterWorks Association).

3.Parameter biologi
Cara pengukuran plankton adalah dengan menghitung jumlah plankton dalam haemocytometer dengan menggunakan mikroskop, yang dinyatakan dalam satuan sel permililiter (sel/ml). Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembalikan suatu kondisi lingkungan seperti semula selain dengan teknik Bioremediation. Salah satunya adalah dengan “Artificial Wetland”, yaitu suatu teknik dalam pengembalian suatu kualitas lingkungan dengan suatu metode pemanfaatan lahan basah untuk mengembalikan kondisi lingkungan, dimana lingkungan yang telah mengalami penurunan kualitas dengan suatu treatment dialirkan pada suatu instalasi pengolahan lingkungan. Biasanya digunakan untuk mengembalikan kualitas air tambak, dimana air yang telah digunakan dialirkan pada suatu tangki pengendapan untuk mengendapkan zat padat yang selanjutnya masuk pada tangki yang berisikan aerator untuk membunuh bakteri yang bersifat anaerob dan selanjutnya masuk kedalam wetland yang terdapat tumbuhan yang berperan dalam menjernihkan air tambak dan menambah kandungan oksigen dalam air selanjutnya air dapat digunakan kembali untuk tambak. Akan tetapi Secara ekonomis Bioremediation dengan organism lebih kompetitif dari pada teknik yang lain.

Kriteria Kualitas Air Yang Dapat Digunakan Sebagai Air Minum
PARAMETER SATUAN MAKSIMUM YANG
DIANJURKAN MAKSIMUM YANG DIBOLEHKAN KETERANGAN
Fisika
Temperatur oC Temperatur air alam Temperatur air alam
Warna mg Pt-Co/1 5 50
Bau Tidak berbau Tidak berbau
Rasa Tidak berasa Tidak berasa
Kekeruhan mg S1O2/1 5 25
Residu terlarut mg/1 500 1500
Daya hantar listrik micromholan 400 1250
Kimia
pH 6,5 – 8,5 6,5 – 8,5 nilai antara (range)
Kalsium (Ca) mg/1 75 200
Magnesium (Mg) mg/1 30 150
Kesadahan mg/1 350 – minimum 10
Barium (Ba) mg/1 Nihil 0,05
Besi (Fe) mg/1 0,1 1
Mangan (Mn) mg/1 0,05 0,5
Tembaga (Cu) mg/1 Nihil 1
Seng (Zn) mg/1 1 15
Krom heksavalen (Cr(VI)) mg/1 Nihil 0,05
Kadmium (Cd) mg/1 Nihil 0,01
Raksa Total (Hg) mg/1 0,0005 0,001
Timbal (pb) mg/1 0,05 0,1
Arsen (As) mg/1 Nihil 0,05
Salenium (Se) mg/1 Nihil 0,01
Sianida (CN) mg/1 Nihil 0,05
Sulfida (S) mg/1 Nihil Nihil
Florida (F) mg/1 – 1,5 minimum 0,5
Klorida (C1) mg/1 200 600
Sulfat (SO4) mg/1 200 400
Fosfor ( P ) mg/1 0,3 2
Amoniak (NH3-N) mg/1 Nihil Nihil
Nitrat ( NO3-N) mg/1 5 10
Nitrit ( NO2-N) mg/1 Nihil Nihil
Nilai Permanganat mg KMn04/1 Nihil 10
Senyawa Aktif biru metilen mg/1 Nihil 0,5
Fenol mg/1 0,001 0,002
Miyak dan Lemak mg/1 Nihil Nihil
Karbon Kloroform Ekstrak mg/l 0,04 0,5
PBC mg/1 Nihil Nihil
Bakteriologi
Coliform total MPN/100 ml Nihil Nihil
Coliform total MPN/100 ml 5 Nihil
Coli total MPN/100 ml Nihil Nihil
Kuman patogenik/parasitic Nihil Nihil Nihil
Radicaktifitas
Aktivitas beta total pCi/1 _ 100
Strontium – 90 pCi/1 – 2
Radium – 226 pCi/1 – 1
Pestisida mg/1 Nihil Nihil

KRITERIA KUALITAS AIR YANG BAIK UNTUK PERIKANAN DAN PETERNAKAN
PARAMETER SATUAN KADAR MAKSIMUM KETERANGAN
Fisika
Temperatur oC Temperatur air alam + 4oC
Residu terlarut mg/1 2000
Kimia
pH 6 – 9
Tembaga (Cu) mg/1 0,02
Seng (Zn) mg/1 0,02
Krom heksavalen (Cr(VI)) mg/1 0,05
Kadmium (Cd) mg/1 0,01
Raksa Total (Hg) mg/1 0,002
Timbal (pb) mg/1 0,03
Arsen (As) mg/1 1
Salenium (Se) mg/1 0,005
Sianida (CN) mg/1 0,02
Sulfida (S) mg/1 0,002
Fluorida ( F ) mg/1 1,5
Amoniak bebas (NH3-N) mg/1 0,016
Nitrit (NO2-N) mg/1 0,06
Klor aktif (Cl2) mg/1 0,03
Oksigen Terlarut (DO) mg/1 – Disyaratkan lebih besar dari 3. Diperbolehkan sama dengan 3, maksimum 8 jam dalam 1 hari
Senyawa aktif biru metilen mg/l 0,2
Fenol mg/l 0,001
Minyak & Lemak mg/l 1
Radioaktifitas
Aktifitas beta total pCi/l 1000 Aktifitas tanpa adanya Sr-90 dan Ra-226
Strontium – 90 pCi/l 10
Radium – 226 pCi/l 3
Pestisida
DDT mg/l 0,002
Endrine mg/l 0,004
BHC mg/l 0,21
Methyl Parathion mg/l 0,10
Malathion mg/l 0,16

KRETERIA KUALITAS AIR YANG BAIK UNTUK PERTANIAN,
INDUSTRI LISTRIK TENAGA AIR DAN LINTAS AIR

PARAMETER SATUAN KADAR MAKSIMUM KETERANGAN
Fisika
Temperatur oC Temperatur normal Sesuai dengan kondisi setempat
Residu terlarut mg/1 1000 – 2000
Daya hantar listrik micro mho/cm (25C) 1750 – 2250 1750 untuk tanaman peka
Kimia
pH 5 – 9
Mangan (Mn) mg/l 2
Tembaga (Cu) mg/1 0,02
Seng (Zn) mg/1 5
Krom heksavalen (Cr(VI)) mg/1 5
Kadmium (Cd) mg/1 0,01
Raksa Total (Hg) mg/1 0,005
Timbal (pb) mg/1 5
Arsen (As) mg/1 1
Salenium (Se) mg/1 0,05
Nikel ( Ni ) mg/1 0,5
Kobalt (Co) mg/1 0,2
Bor (B) mg/1 1
g Na (g garam alkali) mg/1 60
Sodium Absorption Ratio (SAR) 10 – 18 Maksimum 10 untuk tanaman peka, Maximum 18 untuk yang kurang peka
Residual Sodium Carbonat (RSC) 1,25 – 2,5 Maksimum 1,25 untuk tanaman peka, Maksimum 2,5 untuk yang kurang peka
Radioaktifitas
Aktifitas beta total pCi/l 1000 Aktifitas tanpa adanya Sr-90 dan Ra-226
Strontium – 90 pCi/l 10
Radium – 226 pCi/l 3

KRITERIA STANDARD KUALITAS AIR LIMBAH

PARAMETER SATUAN I II III IV
MUTU AIR BAIK SEDANG KURANG KURANG SEKALI
Fisika
Temperatur oC 45 45 45 45
Residu terlarut mg/1 1000 3000 3000 50.000
Residu terlarut mg/1 100 200 400 500
Kimia
pH 6 – 9 5 – 9 4,5 – 9,5 4,0 – 10
Besi (Fe) mg/1 5 7 9 10
Mangan (Mn) mg/1 0,5 1 3 5
Tembaga (Cu) mg/1 0,5 2 3 5
Seng (Zn) mg/1 5 7 10 15
Krom heksavalen (Cr(VI)) mg/1 0,1 1 3 5
Kadmium (Cd) mg/1 0,01 0,1 0,5 1
Raksa Total (Hg) mg/1 0,005 0,01 0,05 0,1
Timbal (pb) mg/1 0,1 0,5 1 5
Arsen (As) mg/1 0,05 0,3 0,7 1
Salenium (Se) mg/1 0,01 0,05 0,5 1
Sianida (CN) mg/1 0,02 0,05 0,5 1
Sulfida (S) mg/1 0,01 0,05 0,1 1
Fluorida (F) mg/1 1,5 2 3 5
Klor aktif (Cl2) mg/1 1 2 3 5
Klorida (Cl) mg/1 600 1000 1500 2000
Sulfat (SO4) mg/1 400 600 800 1000
N – Kjeldahl (N) mg/1 7 – – 80
Amoniak Bebas (NH3-N) mg/1 0,5 1 2 5
Nitrat ( NO3-N) mg/1 10 20 30 50
Nitrit ( NO2-N) mg/1 1 2 3 5
Kebutuhan Oksigen (BOD) mg/1 20 100 300 500
Biologi
Kebutuhan Oksigen Kimiawi (COD) mg/1 40 200 500 1000
PARAMTER SATUAN I II III IV
BERAT SEKALI BERAT SEDANG RINGAN
Senyawa aktif biru metilen mg/1 0,5 1 3 5
Fenol mg/1 0,002 0,05 0,5 1
Minyak nabati mg/1 10 30 70 100
mg/1 10 30 70 100

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Adapun isi dari makalah ini dapat disimpulkan bahwa,air dapat digolongkan menjadi empat golongan yaitu : air golongan A, air golongan B, air golongan C, dan air golongan C,Serta memiliki standar kualitas yang baik yang ditinjau dari persyaratan kualitas air yang bersih yang terdiri dari,persyaratan fisik,kimiawi dan bakteriologi.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa dalam segi penulisan serta isi dari makalah ini masih jauh dari kesempurnaan,oleh karena itu,saran dari pembaca sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini agar lebih baik untuk dibaca.

DAFTAR PUSTAKA
• Kementrian Lingkungan Hidup, Laporan Status Lingkungan Hidup Indonesia 2002.
• Marwah, Sitti, Daerah Aliran Sungai (Das) sebagai Satuan Unit Perencanaan Pembangunan Pertanian Lahan Kering Berkelanjutan, Program Pasca Sarjana / S3, Institut Pertanian Bogor, November 2001.
• Masnang, Andi, Konversi Penggunaan Lahan Kawasan Hulu Dan Dampaknya Terhadap Kualitas Sumberdaya Air Di Kawasan Hilir, Program Pasca Sarjana / S3, Institut Pertanian Bogor, Mei 2003.
• Rahmadi, Andi, Air sebagai Indikator Pembangunan Berkelanjutan (Studi Kasus: Pendekatan Daerah Aliran Sungai), Program Pasca Sarjana / S3, Institut Pertanian Bogor, Mei 2002.
• World Bank, 2004. Water Quality and Resource Protection Strategy Policy Review, Task 1 Data Collection, East Java Regional Sector Development and Prograam (EJRSDP). P.T. Waseco Tirta. Jakarta.
http://www.digilib.unnes.ac.id/../doc.pdf

asas pemikiran logika

ASAS-ASAS PEMIKIRAN LOGIKA

Dalam aktivitas berfikir kita tidak boleh melalaikan patokan pokok yang oleh logika disebut asas berfikir .
Asas sebagaimana kita ketahui adalah pangkal atau asal dari mana sesuatu itu muncul dan di mengerti. Maka “asas pemikiran” adalah pengetahuan dimana pengetahuan lain muncul dan di mengerti. Kapasitas asas ini bagi kelurusan berfikir adalah mutlak, dan salah benar nya suatu pemikiran tergantung terlaksana tidaknya asas-asas ini. Ia adalah dasar daripada pengetahuan dan ilmu. Asas pemikiran ini dapat di bedakan menjadi :
1. asas identitas (principium identitatis =qanun zatiyah).
Ia adalah dasar dari semua pemikiran dan bahkan asas pemikiran yang lain. Kita tidak mungkin dapat berfikir tanpa asas ini. Prinsip ini mengatakan bahwa sesuatu itu adalah dia sendiri bukan lainnya. Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu Z maka ia adalah Z dan bukan A,B atau C. Bila kita beri perumusan akan berbunyi :”bila proposisi itu benar maka benarlah ia”.
2. asas kontradiksi (principium contradictoris = qanun tanaqud).
Prinsip ini mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pengakuannya. Jika kita mengakui bahwa sesuatu itu bukan A maka tidak mungkin pada saat itu ia adalah A, sebab realitas ini hanya satu sebagaimana di sebut oleh asas identitas. Dengan kata lain: dua kenyataan yang kontradiktoris tidak mungkin bersama-sama secara simultan. Jika kita hendak rumuskan, akan berbunyi: “tidak ada proposisi yang sekaligus benar atau salah”.
3. asas penolakan kemungkinan ketiga (principium exclusi tertii =qanun imtina).
Asas ini mengatakan bahwa antara pengakuan dan pengingkaran kebenarannya terletak pada salah satunya. Pengakuan dan pengingkaran merupakan pertentangan mutlak, karena itu disamping tidak mungkin benar keduanya juga tidak mungkin salah keduanya. Mengapa tidak mungkin salah kedunya ??
Bila pernyataan dalam bentuk positifnya salah berarti ia memungkiri realitasnya, atau dengan kata lain realitas ini bertentangan dengan pernyataannya. Dengan begitu maka penyataan berbentuk ingkarlah yang benar, karena inilah yang sesuai dengan realitas. Juga sebalik nya, jika pernnyataan ingkarnya salah berarti ia mengingkari realitasnya. Pernyataan kontradiktoris kebenarannya terdapat pada salah satunya (tidak memerlukan ketiga). Jika kita rumuskan, akan berbunyi “suatu proposisi selalu dalam keadaan benar atau salah”.
Spesifikasi dari drs. H. Mundiri

PEMBAGIAN LOGIKA

Logika dapat di sistematisasikan menjadi beberapa golongan, tergantung dari mana kita meninjaunya. Dilihat dari segi kualitasnya, mantiq/ logika dapat dibedakan menjadi logika naturalis (mantiq al-fitri) yaitu kecakapan berlogika berdasarkan kemampuan akal bawaan manusia. Akal manusia yang normal dapat bekerja secara spontan sesuai hukum-hukum logika dasar. Bagaimanapun rendahnya inteligensi seseorang ia dapat membedakan bahwa sesuatu itu adalah berbeda dengan sesuatu yang lain, dan bahwa kedua kenyataan yang bertentangan tidaklah sama. Kemampuan berlogika naturalis pada tiap-tiap orang berbeda-beda tergantung dari tingkatan pengetahuannya. Kita dapati para ahli pidato, politikus dan mereka yang terbiasa bertukar pikiran dengan mengutarakan jalan pemikiran dengan logis, meskipun barangkali mereka belum pernah membuka buku logika sekalipun. Tetapi dalam menghadapi menghadapi masalah yang rumit dan dalam berfikir, manusia banyak dipengaruhi oleh kecendrungan pribadi di samping bahwa pengetahuan manusia terbatas mengakibatkan tidak mungkin terhindar dari kesalahan. Untuk mengatasi kenyataan yang tidak dapat di tanggulangi oleh mantiq al-fitri, manusia menyusun hukum-hukum patokan-patokan, rumus-rumus berfikir lurus. Logika ini di sebut logika ARTIFISIALIS atau logika ILMIAH (mantiq as-suri) yang bertugas membantu mantiq al-fitri,mantiq ini memperhalus, mempertajam serta menunjukan jalan pemikiran agar akal dapat bekerja lebih teliti, efisien, mudah dan aman. Mantiq inilah yang menjadi pembahasan kita .
Dilihat dari metodenya dapat di bedakan atas logika tradisional (mantiq al-zadim) dan logika modern (mantiq al-hadis).
logika tradisional adalah logika aristoteles, dan logika dari pada logikus yang lebih kemudian, tetapi masih mengikuti sistem logka aristoteles. Para logikus sesudah aristoteles tidak membuat perubahan atau mencipta sistem baru dalam logika kecuali hanya membuat komentar yang menjadikan logika aristoteles lebih elegant dengan sekedar mengadakan perbaikan-perbaikan dan membuang hal-hal yang tidak penting dari logika aristoteles. Logika modern tumbuh dan mulai pada abad XIII.
Pemikiran yang benar dapat di bedakan menjadi dua bentuk yang berbeda secara radikal yakni cara berfikir dari umum ke khusus dan cara berfikir dari khusus ke umum. Cara pertama disebut berfikir deduktif dipergunakan dalam logika formal yang mempelajari dasar-dasar persesuaian(tidak adanya pertentangan) dalam pemikiran dengan menggunakan hukum-hukum, rumus-rumus ,patokan-patokan befikir benar. Cara berfikir induktif di pergunakan dalam logika mateial, yang mempelajari dasar-dasar persesuaian pikiran dengan kenyataan. Ia menilai hasil pekerjaan logik formal dan menguji benar tidak nya dengan kenyataan empiris. Cabang logika formal di sebut juga logika minor, logika material di sebut logika mayor.

LA ODE

urine

Urine

makalah hematokrik

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
The hematokrit (Ht atau HCT) atau volume sel dikemas (PCV) atau fraksi volume eritrosit (EVF) adalah proporsi darah volume yang ditempati oleh sel darah merah . Hal ini biasanya sekitar 48% untuk pria dan 38% untuk perempuan. [1] Hal ini dianggap sebagai bagian integral dari seseorang hitung

B. Tujuan Makalah
a. Bagaimana hematokrit diukur?
b. Apa yang dimaksud dengan hematokrit normal?
c. Apa melakukan hematokrit rendah?

BAB II
PEMBAHASAN
A. Devenisi
hematokrit adalah proporsi, dengan volume, dari darah yang terdiri dari sel-sel darah merah . The hematokrit (HCT) dinyatakan sebagai persentase. Misalnya, hematokrit 25% berarti bahwa ada 25 mililiter sel darah merah dalam 100 mililiter darah.

1. Bagaimana hematokrit diukur?
hematokrit ini biasanya diukur dari sampel darah oleh mesin otomatis yang membuat beberapa pengukuran lain pada waktu yang sama. Sebagian besar mesin ini sebenarnya tidak secara langsung mengukur hematokrit, melainkan menghitungnya berdasarkan penentuan jumlah hemoglobin dan volume rata-rata sel darah merah. hematokrit juga dapat ditentukan dengan metode manual dengan menggunakan mesin pemisah. Ketika sebuah tabung darah disentrifugasi, maka sel-sel merah akan dikemas ke bagian bawah tabung. Proporsi sel darah merah terhadap volume darah total dapat diukur secara visual.

2. Apa yang dimaksud dengan hematokrit normal?
Kisaran normal untuk hematokrit tergantung pada usia dan, setelah remaja, jenis kelamin individu. Rentang normal:
Bayi baru lahir: 55% -68%
• Satu (1) minggu usia: 47% -65%
• Satu (1) bulan umur: 37% -49%
• Tiga (3) bulan umur: 30% -36%
• Satu (1) tahun usia: 29% -41%
• Sepuluh (10) tahun: 36% -40%
• Dewasa laki-laki: 42% -54%
• Dewasa wanita: 38% -46%

3. Apa melakukan hematokrit rendah?
Sebuah hematokrit yang rendah disebut sebagai anemia. Ada banyak alasan untuk anemia . Beberapa alasan yang umum lebih banyak kehilangan darah (luka trauma, operasi, perdarahan kanker usus besar ), kekurangan gizi ( zat besi , vitamin B12 , folat ), tulang sumsum masalah (penggantian sumsum tulang oleh kanker, penindasan oleh kemoterapi obat, gagal ginjal ), dan hematokrit normal ( anemia sel sabit ).

4. Apa melakukan hematokrit tinggi berarti?
Lebih tinggi dari tingkat hematokrit normal dapat dilihat pada orang yang hidup di ketinggian dan perokok kronis . Dehidrasi menghasilkan hematokrit tinggi palsu yang hilang ketika keseimbangan cairan yang tepat akan dikembalikan. Beberapa penyebab jarang lain dari peningkatan hematokrit adalah penyakit paru-paru, tumor tertentu, gangguan dari sumsum tulang yang dikenal sebagai polycythemia rubra vera, dan penyalahgunaan obat erythropoietin (Epogen) oleh atlet untuk keperluan doping darah.
hematokrit (Ht atau HCT) atau volume sel dikemas (PCV) atau fraksi volume eritrosit (EVF) adalah proporsi darah volume yang ditempati oleh sel darah merah . Hal ini biasanya sekitar 48% untuk pria dan 38% untuk perempuan. Hal ini dianggap sebagai bagian integral dari seseorang hitung darah lengkap hasil, bersama dengan kadar hemoglobin, sel darah putih jumlah, dan platelet count. Pada mamalia , hematokrit tidak bergantung pada ukuran tubuh.
Dengan peralatan laboratorium modern, hematokrit dihitung oleh analisa otomatis dan tidak secara langsung diukur. Hal ini ditentukan dengan mengalikan jumlah sel merah oleh volume sel rata-rata . hematokrit ini sedikit lebih akurat sebagai PCV termasuk sejumlah kecil plasma darah terjebak antara sel-sel merah. Sebuah hematokrit diperkirakan sebagai persentase mungkin diturunkan oleh tiga kali lipat hemoglobin konsentrasi dalam g / dL dan menjatuhkan unit. Tingkat hemoglobin adalah ukuran yang digunakan oleh bank darah .
Ada kasus di mana darah untuk pengujian tak sengaja ditarik proksimal ke saluran infus yang dikemas menyuntikkan sel darah merah atau cairan. Dalam situasi ini, tingkat hemoglobin dalam sampel darah tidak akan menjadi tingkat yang benar bagi pasien karena sampel akan berisi sejumlah besar bahan diinfus daripada apa yang diencerkan ke dalam darah beredar keseluruhan. Artinya, jika sel-sel merah dikemas sedang disediakan, sampel akan berisi sejumlah besar sel-sel dan hematokrit akan secara artifisial sangat tinggi. Pada sebaliknya, jika garam atau cairan lain sedang diberikan, sampel darah akan diencerkan dan hematokrit akan artifisial rendah.
• hematokrit Ditinggikan
Dalam kasus demam berdarah , hematokrit tinggi adalah tanda bahaya peningkatan risiko sindrom shock dengue. Polycythemia vera (PV), sebuah gangguan myeloproliferative di mana sumsum tulang menghasilkan jumlah sel darah merah yang berlebihan, terkait dengan peningkatan hematokrit.
Penyakit paru obstruktif kronis (COPD) dan kondisi paru lainnya yang berhubungan dengan hipoksia dapat menimbulkan peningkatan produksi sel darah merah. Peningkatan ini dimediasi oleh meningkatnya kadar erythropoietin oleh ginjal sebagai respon terhadap hipoksia.
‘Atlet profesional tingkat hematokrit diukur sebagai bagian dari tes untuk doping darah atau Erythropoietin (EPO) digunakan, tingkat hematokrit dalam sampel darah dibandingkan dengan tingkat jangka-panjang untuk atlet yang (untuk memungkinkan untuk setiap variasi tingkat hematokrit) , dan melawan maksimum yang diijinkan absolut (yang didasarkan pada tingkat maksimal yang diharapkan dalam populasi, dan tingkat hematokrit yang menyebabkan peningkatan risiko pembekuan darah yang mengakibatkan stroke atau serangan jantung).
Anabolic steroid Androgenic (SSA) menggunakan juga dapat meningkatkan jumlah sel darah merah dan, oleh karena itu, dampak hematokrit, khususnya boldenone senyawa dan oxymethelone. Jika pasien mengalami dehidrasi , hematokrit mungkin meningkat.
• hematokrit Turun
Menurunkan hematokrit dapat mengimplikasikan signifikan perdarahan .
The nilai MCV (MCV) dan lebar distribusi sel merah (RDW) bisa sangat membantu dalam mengevaluasi sebuah dari normal hematokrit lebih rendah, karena dapat membantu dokter menentukan apakah kehilangan darah yang kronis atau akut. The MCV adalah ukuran dari sel-sel merah dan RDW merupakan ukuran relatif dari variasi dalam ukuran populasi sel darah merah. Sebuah hematokrit rendah dengan MCV rendah dengan RDW tinggi menunjukkan sebuah kekurangan kronis besi- eritropoiesis , tapi RDW normal menyarankan kehilangan darah yang lebih akut, seperti pendarahan.
Kelompok individu pada risiko mengalami anemia meliputi: bayi tanpa asupan zat besi yang memadai anak-anak akan melalui dorongan pertumbuhan yang cepat, di mana besi yang tersedia tidak dapat bersaing dengan tuntutan untuk sebuah massa sel tumbuh merah perempuan pada tahun-tahun subur dengan kebutuhan yang berlebihan untuk besi karena kehilangan darah selama menstruasi ibu hamil, yang di janin menciptakan permintaan yang tinggi untuk besi.


BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Kisaran normal untuk hematokrit tergantung pada usia dan, setelah remaja, jenis kelamin individu. Rentang normal:
Bayi baru lahir: 55% -68%
• Satu (1) minggu usia: 47% -65%
• Satu (1) bulan umur: 37% -49%
• Tiga (3) bulan umur: 30% -36%
• Satu (1) tahun usia: 29% -41%
• Sepuluh (10) tahun: 36% -40%
• Dewasa laki-laki: 42% -54%
• Dewasa wanita: 38% -46%

B. Saran
Didalam isi dari makalah ini, kami sebagai penulis hanya memasukkan sebagian buku rujukan, untuk menyelesaikan makalah ini, dan didalam makalah ini, hanyalah sebagian kecil dari bahan yang ada, oleh karena itu, apabila didalam penulisan dan penyusunan makalah ini terdapat kekeliruan didalamya, kami sebagai penulis meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada para pembaca, dan kami sebagai penulis meminta kepada para pembaca kritikan dan saranya, karna itulah yang akan menyempurnakan makalah yang sederhana ini,

Perkakas ‹ Irlanode’s Blog — WordPress

LA ODE MUHAMAT IRLAN KAMERI

MENCINTAI ILMU FILSAFAT DAN LOGIKA SERTA ILMU NALAR  MENGAPA KARENA KETIGA ILMU DIATAS ADALAH ILMU PARA PEMIKIR /FILOSOF

pemeriksaan laju endap darah

Pemeriksaan Laju Endap Darah (LED)

Nama                        : La Ode Muhamat Irlan Kameri

Nim/kelompok         : 09 3145 453 026/II

Tanggal mulai           : 26 April 2010

Tanggal selesai         : 28 April 2010

Nama Penetapan      : pemeriksaan Laju Endapan Darah (metode Wintrobe)

Tujuan Penetapan     :Untuk menetapkan nilai koagulan dan untuk mengetahui kecepatan laju                                                                                                                                                endap darah

Dasar Prinsip            : Kecepatan endap darah atau laju endap darah adalah mengukur kecepatan                              sedimentasi sel eritrosit di dalam plasma. Satuannya mm/jam. Proses pemeriksaan sedimentasi (pengendapan) darah ini diukur dengan memasukkan darah kita ke dalam tabung khusus selama satu jam. Makin banyak sel darah merah yang mengendap maka makin tinggi Laju Endap Darah (LED)-nya.

Landasan teori         : Laju endap darah (erithrocyte sedimentation rate, ESR) yang juga disebut kecepatan endap darah (KED) atau laju sedimentasi eritrosit adalah kecepatan sedimentasi eritrosit dalam darah yang belum membeku, dengan satuan mm/jam. LED merupakan uji yang tidak spesifik. LED dijumpai meningkat selama proses inflamasi akut, infeksi akut dan kronis, kerusakan jaringan (nekrosis), penyakit kolagen, rheumatoid, malignansi, dan kondisi stress fisiologis (misalnya kehamilan). Sebagian ahli hematologi, LED tidak andal karena tidak spesifik, dan dipengaruhi oleh faktor fisiologis yang menyebabkan temuan tidak akurat.

Alat dan Bahan           :

Alat

v  Rak LED

v  Tabung Westergreen

v  Spoit

v  Mikropipet (klini pate)

Bahan

v  NaCl 0.85 % 4 : 1

v  Natrium sitrat 3,2 %

v  EDTA

v  Darah 2 ml

Cara Kerja          :

  1. Menyiapkan alat dan bahan
  2. Mengambil darah vena dengan spoit
  3. Mengisi darah  sebanyak 1,6 ml kedalam tabung yang telah ditetesi dengan EDTA sebanyak 10 µl
  4. Mendiamkan darah selama beberapa menit sampai membentuk warna coklat
  5. Meneteskan natrium sitrat sebanyak 0,4 ml kedalam tabung yang telah berisi darah
  6. Menghisap darah dengan tabung Westergreen ssampai pada garis tanda 0 mm
  7. Meletakan tabung pada rak LED dalam posisi tegak lurus dan didiamkan selama 60 menit
  8. Membaca tinggi lapisan plasma dengan millimeter dan menyimpulakan angka tersebut sebagai angka laju endapan darah.

Nilai Rujukan :

  1. Metode Westergreen :
  • Pria : 0 – 15 mm/jam
  • Wanita : 0 – 20 mm/jam

Kesimpulan     :

“hasil pemeriksaan laju endap darah memakai cara westergreen dan cara wintrobe tidak seberapa selisinya jika laju endap darah itu dalam batas normal akan tetapi nilai itu berselisi jauh pada keadaan mencepatnya laju  endap darah. Dengan cara westergeen didapat nilai yang lebih tinggi hal itu karena pipet westergreen yang hamper dua kali panjang pipet wintrob.pada upaya  menghisap darah dengan mulut kedalam pipet westergreen ada bahaya terjadi infeksi.oleh karena itu dianjurkan memakai pipet yang dapat di isi tanpa mengisap pipet berisi darah dengan mulut.”

MENGHITUNG LEUKOSIT

Nama                        : La Ode Muhamat Irlan Kameri

Nim/kelompok         : 09 3145 453 026/II

Tanggal mulai           : 01April 2010

Tanggal selesai         : 03 April 2010

Nama Penetapan      : menghitung leukosit dengan menggunakan kamar hitung

Tujuan Penetapan     :Untuk mengetahui jumlah leukosit dalam darah

Landasan teori         :Darah diencerkan dalam pipet leukosit,kemudian dimasukan kedalam kamar hitung.jumlah leukosit dihitung dalam volume tertentu dengan mengenakan factor konversi jumlah leukosit permikro liter darah dapat diperhitungkan.larutan pengencer ialah larutan turk yang mempunyai susunan ssb.:lar.gentianviolet 1 % dalam air 1 ml,asam asetat glesial1 ml;aquadest 100ml saringlah sebelum dipakai.

Alat dan bahan         :

Alat

v  Spoit

v  Pipet tetes

v  Kamar hitung

v  Pipet leukosit

v  Tabung

v  Mikroskop

Bahan

v  Darah vena

v  Larutan turk

Cara kerja                 :

  1. Mengisi pipet leukosit
    1. Menghisap darah ssebanyak 0,5 ml
    2. Menghapus kelebihan darah yang melekat pada bagian luar pipet
    3. Memasukan ujung pipet kedalam larutan turk diisap perlahan lahan sampai pada garis tanda 11.
    4. Mengangkat pipet dari cairan,tutup ujung pipet dengan ujung jari lalu  melepaskan karet penghisap.
    5. Mengocok pipet selama 15-30 detik
  2. Mengisi kamar hitung
    1. Meletaka kamar hitung yang bersih dengan kaca penutupnya
    2. Mengocok pipet yang beridsi darah terus menerus
    3. Membuang ssemua cairan yang ada di dalam batang kapiler p[ipet ( 3-4 tetes) dan menyentuhkan ujung pipet padampermukaan kamar hitung dengan  menyingung pinggir kaca penutup.
    4. Membiarkan kamar hitung selama dua atau tiga menit supaya leukosit dapat mengendap
  3. Menghitung jumlah sel
    1. Memakai lensa objektif dengan pembesaran 10 x menurukan kondesor dan mengecilkan diafragma
    2. Focus mikroskop diarahkan kepada garis-garis bagi itu
    3. Menghitung semua leukosit yang terdapat dalam keempat bidang besar pada sudut-sudut seluruh permukaan yang dibagi
      1. Menghitung dari sudut kiri atas terus kekanan kemudian kebawah dan dari kanan kekiri,lau turun lagi kebawah dan dimulai dari kiri kakanan.cara ini untuk bidang besar
      2. Sel-sel yang mnyingging garis batas sebelah kiri atau garis atas haruslah dihitung sebalikna sel yang menyinggung garis batas sebelah kanan atau bawah tidak boleh dihitung.